Call Us: +62822 2119 5502
career

Apakah Bimbingan Karir Di Usia Dini Memberikan Kita Gaji Yang Lebih Tinggi? Ya!

Saya baru saja membaca sebuah blog milik Anthony Mann, Direktur dari Policy and Research, Education and Employers Taskforce di OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) Education Today.

Saya telah merangkum kesimpulan utama dari penelitian terbaru mengenai pengadaan informasi dan bimbingan yang lebih baik untuk para siswa tentang bagaimana caranya meraih karir tertentu.

Banyak pembuat kebijakan pendidikan mendorong para karyawan untuk ‘terikat’ pada dunia pendidikan, dan kepada sekolah serta perguruan tinggi untuk memperkenalkan siswanya ke dunia pekerjaan dan pilihan karir.

Bagaimanapun, hasil penelitian yang sesungguhnya berbeda dari dorongan tersebut. Elnaz Kashefpakdel dan Chris Percy telah membuat makalah yang menunjukkan hubungan positif antara mempelajari Pekerjaan dan Karir di sekolah, serta seberapa banyak para siswa tersebut mendapatkan penghasilan setelah meninggalkan sekolah dan menjalani pekerjaan mereka.

Para penulis mengacu pada berbagai makalah penelitian yang sudah ada, terutama penelitian tahun 2014 yang menggunakan sampel berupa 1000 orang yang berumur antara 19-24 tahun dan menemukan kaitan antara seberapa banyak mereka dibayar dan (ingatan) mereka tentang pengalaman kerja atau informasi dan bimbingan karir dari institusi pendidikan.

Mereka menambahkan, analisa tersebut membentuk British Cohort Study (BCS70) yang memantau 17,000 individu dan dimulai sejak 1986.

BSC70 memiliki lebih banyak data dan memungkinkan analisa statistik yang lebih akurat, untuk mencari tahu apakah bimbingan pekerjaan dan karir yang membuat perbedaan tingkat gaji di masa depan.

Di tahun 1980an lebih banyak siswa harus mendatangi career talks dan acara serupa, antara lain karena sistem Technical and Vocational Education Initiative (TVEI) oleh pemerintah.

Pendapat para siswa mengenai acara tersebut dibandingkan dengan tingkatan gaji mereka di umur 26. Statistik menunjukkan rata-rata gaji lebih tinggi 0.8% didapatkan oleh mereka yang mendatangi acara mengenai karir di umur 14 – 15. Career talks untuk umur diatas umur tersebut TIDAK menunjukkan hubungan serupa.

Para siswa yang berkata bahwa mendatangi acara karir di umur 14 – 15 ‘sangat membantu’ menunjukkan rata-rata 1.6% (dua kali lebih tinggi) menerima pendapatan per acara yang mereka datangi daripada mereka yang tidak merasa bahwa acara tersebut berguna. Mereka yang mendatangi acara karir di umur 15-16 dan merasa bahwa hal tersebut perlu dilakukan menerima 0.9% peningkatan per acara dibandingkan dengan gaji rata-rata.

Dikutip dari laporan OECD “Penemuan ini menunjukkan hubungan yang jelas antara jumlah career talks yang didatangi serta efek baiknya, dengan pendapatan relatif di umur 26. Ini juga memberikan bukti dasar yang kuat untuk meningkatkan jumlah dan kualitas dari career talks dengan pembicara dari ahli pendidikan.”

Si penulis melanjutkan ke spekulasi mengapa Acara Karir di umur 14-15 memberikan efek lebih besar daripada di umur 15-16, namun tidak ada dukungan statistik untuk kemungkinan tersebut.

Saya pun tertarik pada spekulasi: mengapa mereka yang memberikan pekerjaan (secara tidak sadar) secara konsisten memberikan bayaran lebih tinggi pada grup tersebut.

Dapatkan kita asumsikan bahwa mereka menerima hasil pekerjaan yang bernilai lebih tinggi dari para individu yang dulunya mendatangi career talks?

Dari itu, dapatkah kita menyimpulkan bahwa para siswa yang mendapatkan informasi dan bimbingan karir serta merasa hal tersebut berguna, berada di jalur pekerjaan yang lebih baik dan telah mereka pilih sendiri? Dan kemudian mereka bekerja dengan baik. Preferensi dan garis arah karir mengarahkan mereka ke kinerja kerja yang baik.

Untuk informasi mengenai Bimbingan Karir untuk siswa dan professional, pelajari lebih lanjut di: http://opusku.com/id/career-navigation-system/

Back to Top