Menilai Potensi Kandidat – Bagian 1: Mengapa meminta orang lain untuk melakukannya?

Oleh Kemala Hayati & David Knowles

 

Mengapa banyak organisasi, seperti organisasi publik dan swasta meminta perusahaan seperti kami untuk melakukan penilaian terhadap karyawan dan kandidat mereka? Jika para manajer telah bekerja sama dengan rekan-rekan dan bawahan selama beberapa waktu, tentunya mereka sendiri dapat menarik kesimpulan mengenai ada atau tidaknya seseorang yang ‘tepat’ untuk sebuah posisi, promosi atau tugas lain. Dan jika perusahaan memiliki sistem perekrutan SDM dan proses seleksi dengan penetapan spesifikasi yang baik mengenai peran dari calon karyawan yang dibutuhkan, maka bukankah bagian SDM bersama manager akan mampu membuat keputusan yang tepat?

Fakta menunjukkan bukan itu masalahnya.Namun ketika kebutuhan untuk mengisi sebuah lowongan sangat mendesak, maka optimisme tidak lagi menjadi objektif  – yang pada akhirnya lowongan pekerjaan jatuh kepada seorang pelamar yang tidak memiliki kecakapan yang dibutuhkan! Apa pun alasannya, perusahaan akan kehilangan ratusan ribu dolar untuk membayar sistem perekrutan yang buruk.

Apa yang terjadi jika pemilihan calon pengisi lowongan tersebut dari dalam perusahaan? Pencarian pertama pasti harus di antara karyawan yang ada, untuk menjaga sirkulasi tugas dan kegiatan tetap baik, dan membuka peluang untuk promosi atau pengembangan. Bagaimanapun, memilih satu orang, berarti menolak yang lainnya. Di banyak perusahaan di Indonesia ada rasa ketidaknyamanan dalam memilih satu orang antara yang lain untuk sebuah promosi. Takut terlihat tidak adil, takut membuat orang jengkel, atau bahkan ketidakyakinan atas pilihan yang ‘benar’ – semua perasaan tersebut memberi pengaruh terhadap penilaian yang baik dalam melakukan sebuah penentuan dan kepemimpinan yang baik dalam mengambil keputusan.

Untuk alasan tersebut, perusahaan sering datang ke konsultan penilaian untuk mendapatkan pandangan objektif, masukan tambahan untuk proses pengambilan keputusan. Penilaian eksternal seharusnya tidak menggantikan keputusan dari manajemen.Jadi fungsi konsultan bukan untuk menggantikan keputusan para manajer. Namun lebih untuk melengkapi pendapat mereka dengan sistem penilaian yang telah dibentuk melalui proses yang transparan, dan didokumentasikan dengan baik. Penilaian eksternal dapat dipertahankan, handal serta sebagai masukan dan alat yang berguna bagi para manajer.

Selain perusahaan, orang yang menerima hasil penilaian adalah individu yang telah dinilai tersebut. Bagi mereka laporan penilaian akan memberikan kacamata baru dalam melihat kualitas dirinya. Kemudian laporan tersebut juga memberikan persepsi baru mengenai apa yang bisa kita lakukan, dan bagaimana kita dapat mengubah apa yang kita lakukan menjadi lebih efektif dalam peran atau kehidupan kita. Merencanakan proses penilaian dan pengembangan dengan hati-hati akan memungkinkan orang lain untuk menangkap pesan yang menimbulkan ide perubahan, serta membuat mereka memanfaatkan bakat alami mereka dengan cara yang baru.